Saturday, October 10, 2020

Kesehatan mental di dalam dirimu

 

Akhir akhir ini, telah terjadi bayak permasalahan yang timbul dari penjuru dunia. Tentu saja hal ini terjadi karena munculnya wabah penyakit yang membuat semua orang harus berada di dalam rumahnya dan meningkatkan gaya hidup sehat mereka. Pandemi ini disebabkan munculnya virus covid-19 yang menyerang saluran organ pernapasan

Awal mula pandemi Covid -19 terjadi pada bulan Desember 2019, di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Pada pengujung tahun 2019 itu, kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China mendapatkan pemberitahuan tentang adanya sejenis pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui.

Melihat dari dampak adanya pandemi ini ternyata virus ini tidak hanya menyerang manusia secara fisik saja. Virus ini menyerang mental manusia secara tidak langsung. Dengan adanya pandemi ini kita di perintahkan untuk melakukan isolasi mandiri dirumah masing masing. Namun seiring berjalannya waktu timbullah gangguan kesehatan mental pada beberapa orang.

Sebuah studi baru-baru ini di Morbidity and Mortality Weekly Report menunjukkan bahwa gejala depresi dan kecemasan di negara adikuasa Amerika Serikat meningkat antara April dan Juni 2020, dibandingkan periode yang sama pada 2019.

 

Di Indonesia sendiri, dari data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, dikombinasi dengan Data Rutin dari Pusdatin dengan waktu yang disesuaikan, prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia, adalah 1,7 per 1.000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.

Faktor lainnya adalah faktor sosial, meliputi kemiskinan, perang, dan lingkungannya, dianggap cukup rumit untuk ditemukan hubungannya. Kehidupan pedesaan juga penuh dengan masalah bagi banyak orang. Isolasi, keterbatasan sarana transportasi dan komunikasi, kesempatan pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan kesehatan mental cenderung untuk memusatkan pada sumber daya klinis dan keahlian di daerah metropolitan yang lebih besar, menyisakan pilihan yang terbatas untuk penduduk pedesaan yang membutuhkan perawatan kesehatan mental.

 

Kondisi ini juga diperparah dengan adanya stigma – stigma negativ dari masyarakat. Mereka diberikan label, stereotip, didiskriminasi, diperlakukan berbeda, dan/atau mengalami pelecehan status karena terasosiasi dengan sebuah penyakit.

 

Tentu saja untuk menangani hal tersebut perlu adanya penanganan untuk masalah kesehatan mental ini. Dilansir dari CNN Indonesia ada cara mudah menurut para psikolog hingga instruktur kesehatan yang banyak diterapkan oleh para CEO perusahaan ternama di dunia.

 

1. Afirmasi/Visualisasi
Luangkan waktu lima menit, dua kali dalam sehari untuk mengafirmasi atau meyakinkan kembali apa tujuan hidup, mimpi-mimpi dan keinginan diri sendiri. Banyak orang tak berhasil mencapai tujuannya karena terlalu malas, lelah, letih, merasa kurang berbakat. Namun pada dasarnya, tujuan dalam hidup haruslah diingatkan terus atau divusialisasikan ulang untuk diri sendiri.


2. Pergi Keluar
Meskipun hanya 10 menit dalam sehari, luangkanlah waktu untuk duduk atau berjalan di ruang terbuka. Sebaiknya yang dikelilingi pepohonan dan udara segar. Hal ini secara instan akan mengangkat sedikit banyak tingkat stress dalam pikiran dan mengisi kembali energi dalam tubuh. Jangan lupa juga untuk memakai masker ketika keluar rumah

3. Olahraga
Tubuh adalah penggerak segala aktivitas Anda. Jika tidak dirawat kesehatannya atau menurun kondisinya, penyakit akan mudah menyerang. Alhasil aktivitas tehambat dan memperngaruhi performa kerja. Selalu luangkan waktu untuk berolahraga. Olahraga juga bisa dilakukan ketika berada di rumah. Lakukan aktivitas olahraga yang menggunakan berat tubuh sebagai pengganti barbel


4. Meditasi
Kemajuan yang dialami seseorang selalu datang dan dimulai dari diri sendiri. Segala hal negatif yang ada di sekitar kita jangan sampai merusak kesehatan mental secara perlahan. Luangkan waktu untuk diri sendiri dengan cara meditasi. 30 menit dalam sehari adalah waktu ideal, terutama sebelum tidur. Jika hal tersebut terasa terlalu banyak menyita waktu Anda, dua menit sehari juga cukup.

5. Senyum
Meskipun terdengar klise, tapi senyuman selalu dapat mengubah dunia menjadi lebih positif. Tak hanya baik untuk diri sendiri, namun juga orang lain. Lupakan anggapan miring tentang memberikan senyum kepada orang lain dan rasakan manfaatnya menularkan aura positif kepada orang lain untuk diri sendiri. Senyum yang tulus datang dari dalam hati dan jika masih terasa kaku, latihlah di depan cermin.

6. Menyapa Orang
Terdengar sepele, namun menyapa banyak orang dengan sapaan standar seperti ‘Selamat Pagi’ akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus meningkatkan aspek sosial. Keluarlah dari zona nyaman yang selalu berdiam diri dan menunggu disapa orang lain terlebih dahulu karena gengsi, dan cobalah untuk menyapa ramah orang lain. Jika respon orang lain negatif, itu urusan mereka yang berperilaku negatif. Tetaplah menjadi orang yang positif.

7. Jujur
Saat seseorang berbohong, perlahan ia merusak stabilitas emosi diri sendiri dan membentuk sebuah pola mental yang sakit. Menjadi seorang yang jujur selalu dimulai dari diri sendiri, seperti menentukan pilihan ataupun berinteraksi dengan orang terdekat.

8. Bersenang-senang
Carilah hobi positif yang bisa membuat Anda bahagia dan terus bahagia. Sesederhana memilih olahraga yang paling digemari, hobi yang membuat Anda melupakan segala kepenatan, hingga kebiasaan saat masih kanak-kanak yang tak lagi dilupakan seiring tumbuh dewasa. Jangan malu untuk tertawa lepas, melakukan kesalahan hingga bersikap kekanakan. Tak ada manusia yang sempurna dan semua orang hanya ingin hidup damai dan bahagia.

 

https://tirto.id/studi-penderita-gangguan-mental-meningkat-selama-pandemi-covid-19-f1uj

https://tirto.id/kesehatan-mental-di-indonesia-hari-ini-b9tw

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170516113703-255-215154/8-cara-mudah-menjaga-kesehatan-mental-agar-tak-mudah-stress

 

Love Your Self, Apakah itu Penting. Tentu saja!

 

 Cintai dirimu sendiri terlebih dahulu

 

Ketika kamu ingin memberi perhatian pada orang lain, berikanlah perhatian pada dirimu sendiri dahulu. Ketika kamu ingin memotivasi orang lain, lakukanlah hal yang sama pada dirimu dahulu. Ketika kamu ingin mencintai dan dicintai oleh seseorang, cintailah dirimu sendiri dahulu.

Mencintai diri sendiri lebih dari sekadar mengenakan pakaian bagus dan mengoleskan riasan mahal dan kemudian mengklaim bahwa kita mencintai diri sendiri. Cinta-diri sendiri adalah istilah umum untuk berbagai tindakan cinta kasih yang kita lakukan terhadap diri kita secara fisik dan non-fisik.

Bersyukur adalah cara yang baik untuk mengapresiasikan emosi kita. Berterimakasih-lah kepada jalan hidup pilihan-Nya. Misal dengan taat beribadah sebagai ucapan terima kasih.

Mempunya pikiran yang positif juga penting. Karena dapat membuat hati kita bersih dari rasa iri dan dengki. Kita dilahirkan dengan potensi yang tak berujung. Kita memilikinya sekarang dan Kita akan memilikinya sampai hari kita mati. Sama seperti kita tidak dapat membuat atau menghancurkan energi, kita hanya dapat mengeksplorasi atau menyembunyikan potensi.

Rasa harga diri yang tinggi menghasilkan kepercayaan diri yang tinggi. Kepercayaan diri adalah kesadaran bahwa kita berharga terlepas dari apa yang telah kita capai atau kualitas yang mungkin kita milik. Harga diri lebih terikat pada kualitas dan prestasi kita.

Introspeksi diri juga membantu untuk memperkuat rasa kecintaan dengan diri sendiri. Hal dilakukan untuk membuat kita mengenal diri kita sedalam-dalamnya. Berbincang dengan diri sendiri di kamar tidur, di dapur, bahkan di depan cermin merupakan salah satu cara berintrospeksi diri yang cukup ampuh. Kita bisa membicarakan apa saja dengan diri sendiri, baik itu mengenai persahabatan atau cita-cita. Obrolan ini diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif tentang diri sendiri, juga membantu kita untuk lebih fokus dan termotivasi untuk lebih baik lagi.

Rasa cinta terhadap diri sendiri dapat juga dibangun dengan menempatkan diri di lingkungan yang sehat. Berkumpul dengan orang-orang yang positif, penyayang, dan penuh cinta dapat memberi kita suasana dan kebiasaan yang juga positif. Hal ini dapat membuat kita menjadi lebih baik.

 Kita juga harus memiliki satu tempat yang dapat kita kunjungi dan merasa bahagia. Misalnya, ketika membutuhkan tempat untuk meremajakan jiwa, kita dapat pergi ke kedai kopi. Duduk di meja, dikelilingi oleh energi positif, bekerja, sambil menyeruput kopi mungkin dapat meningkatkan energi. Sementara itu, kita dapat memilih untuk pijat untuk meningkatkan suasana hati.

 Sekarang ini,  solo traveling seakan memiliki trennya tersendiri. Banyak orang yang melakukan hal ini dengan alih-alih ingin mencari jati diri. Memang, solo traveling bisa menjadi satu hal yang dinilai mau menimbulkan rasa percaya diri dan dependensi terhadap diri sendiri. Saat solo traveling, kamu hanya akan bersama dirimu sendiri untuk melakukan segala keputusan selama perjalanan. Semua serba mandiri dan tidak ada yang membantu kamu selain dirimu sendiri. Saat butuh bantuan, kamu akan dituntut untuk mengatasinya sendiri. Walaupun mengandalkan orang lain tapi awalnya pasti kamu harus mengumpulkan keberanian untuk meminta bantuan.

Di tengah cepatnya arus kemajuan teknologi, kita disuguhi dengan berbagai kemudahan untuk mengakses informasi. Demi kesehatan mental, kita harus mampu menyaring informasi yang akan diterima. Sebisa mungkin sebaiknya hindari berita atau isu yang negatif yang dapat menyebabkan kita memikirkan hal negatif secara terus-menerus. Kunci dari mencintai diri sendiri adalah hidup dalam lingkungan yang positif dan tumbuhkan perasaan betapa berharganya kita di dunia ini.

 

Kesehatan mental di dalam dirimu

  Akhir akhir ini, telah terjadi bayak permasalahan yang timbul dari penjuru dunia. Tentu saja hal ini terjadi karena munculnya wabah peny...